Jihad Santri di Era Modern: Doa Orang Tua dan Perjuangan Menuju Indonesia Emas 2026

Malam itu, di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota, seorang ibu duduk di sajadah setelah salat tahajud. Matanya berkaca-kaca. Bukan karena sedih—melainkan karena rindu yang bercampur bangga. Putranya, yang baru menginjak usia empat belas tahun, kini menjalani hari-harinya sebagai santri di pesantren, ratusan kilometer dari rumah. Di layar ponselnya, ia membaca pesan singkat dari sang […]
Santri Perkuat Negeri: Santri Ar-Rohmah Catat 2026 Berkah Kekuatan …

Pagi itu, seorang ibu muda berdiri di gerbang pesantren. Matanya basah, tapi bibirnya tersenyum. Putranya—anak laki-laki yang baru kemarin belajar naik sepeda—kini melangkah masuk ke asrama dengan tas ransel yang tampak terlalu besar untuk tubuh mungilnya. Di saku jaket sang anak, terselip selembar kertas bertuliskan doa dalam bahasa Arab, ditulis tangan oleh sang ayah semalam […]
Mewarisi Semangat Jihad: Bagaimana Resolusi 1945 Membentuk Santri Tangguh untuk Indonesia Emas 2026

Bayangkan sebuah ruangan pengap di Surabaya, November 1945. Seorang kiai sepuh—tubuhnya ringkih dimakan usia—berdiri di hadapan ribuan santri dan ulama. Suaranya tidak lantang, tapi setiap kata yang keluar dari mulutnya membelah keheningan seperti petir. Kiai itu adalah Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, dan kata-kata yang ia ucapkan akan mengubah arah sejarah bangsa: Resolusi Jihad. Hari […]
Derap Langkah Menuju Hari Santri Nasional 2026, Ketika Santri Menguatkan Negeri dari Balik Lorong Pesantren

Lorong-lorong itu tidak pernah sunyi. Sebelum azan subuh berkumandang, langkah-langkah kecil sudah bergerak—menuju tempat wudhu, menuju mushala, menuju hari yang belum dimulai oleh kebanyakan orang. Inilah denyut nadi yang jarang tertangkap kamera, jarang masuk headline, tapi terus berdetak tanpa henti: kehidupan santri. Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pondok Pesantren Ar-Rohmah Putra Malang merekam momen-momen […]
Santri Menguatkan Negeri: Doa Seorang Ibu dan Langkah Pasti Menuju Indonesia Emas 2026

Tasbih itu sudah kusam. Butiran kayunya halus karena terlalu sering diputar, terlalu sering digenggam di sepertiga malam oleh tangan seorang ibu di sebuah rumah kecil di pinggiran Surabaya. Setiap malam, setelah shalat tahajud, bibirnya bergetar menyebut nama anaknya—Rayhan—yang kini tinggal di pondok pesantren, ratusan kilometer dari pangkuannya. Bagi ibu itu, melepas Rayhan ke Pondok Pesantren […]