PELAJARAN SPESIAL DARI SEORANG AKTIVIS SOSIAL
Perpustakaan Becak Keliling itulah istilah yang digunakan, Saat di pojok alun-alun Bojonegoro terlihat kerumunan bocah sedang sibuk memilah dan memilih buku, sebagian yang lain sedang asyik membaca, belajar calistung dan membincangkan isi buku yang dibaca. Semakin siang semakin banyak anak jalanan dan anak-anak yang sedang bermain bersama keluarga ikut nimbrung menikmati buku bacaan yang disediakan, bahkan tak sedikit orang dewasa juga ikut bergabung menikmati buku-buku yang ada. Tidak hanya menyediakan buku bacaan saja, sesekali beliau mengadakan lomba menggambar dan mewarna serta bercerita dengan boneka lucu sebagai medianya. Itulah aktivitas keseharian Agung Ridwan seorang aktivis sosial yang bergerak dibidang pendidikan luar sekolah bersama becak bututnya, bukan hanya anak-anak jalanan yang sering mangkal di alun-alun kota bojonegoro yang menjadi siswa bianaan beliau. Dengan bermodalkan becak kayuh butut dan setumpuk buku bacaan dengan beragam judul yang diangkut dengan becaknya, mas Agung juga menyisir gang-gang kecil permukiman warga. Tujuannya tidak lain hanya untuk mengkampanyekan pentingnya membaca dan pentingnya belajar.
Untuk memudahkan warga khususnya anak-anak Beliau sudah memiliki jadwal tertentu di lokasi-lokasi tempat mangkalnya. Buku-buku bacaan tentang ilmu pengetahuan umum, agama, cerita hikmah dan cerita bergambar merupakan buku laris yang sering dibaca dan disewa oleh warga dan anak-anak. Cara sewa bukupun cukup unik, yaitu membayar biaya peminjaman buku hanya dengan sampah yang bisa di daur ulang semacam sampah plastick dan kertas.

Nah, sosok aktivis sosial yang mengabdikan diri untuk kemajuan anak bangsa ini pada hari jum’at 4 September 2015 kemarin sengaja diundang ke SMP Ar-Rohmah Malang untuk berbagi pengalaman dan berbagi semangat belajar bersama siswa di kelas. Para siswa sangat antusias di saat mas Agung menceritakan pengalaman beliau. Bagaimana beliau harus berpindah-pindah tempat ke tempat berkumpulnya anak-anak jalanan. Banyak hal yang disampakan oleh mas Agung disaat memotivasi siswa, diantara nasehatnya adalah “Bersyukurlah dengan selalu bersemangat dalam belajar karena tidak semua anak memiliki kesempatan belajar seperti adik-adik. Di luar sana masih banyak anak-anak yang lebih mementingkan sesuap nasi di banding belajar bukan karena tidak mau sekolah tapi karena tak ada nasi dirumahnya.
(bsh arrohmah press crew)