“Hajimemashite, watashi wa Danial desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu!” Suara lantang santri kelas VIII itu memecah konsentrasi seisi aula. Di hadapannya, Ima-sensei tersenyum hangat, lantas membungkukkan badan memberi contoh sudut ojigi yang tepat—membungkuk tiga puluh derajat penuh takzim, bukan sekadar menundukkan kepala secara tergesa. Di ruang kelas yang disulap menjadi laboratorium diplomasi mini inilah, program edutour jepang santri SMP Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School Malang menemukan detak antusiasme tertingginya.
Pelatihan bertajuk Japanese Language Workshop & Training Season 2 tersebut bukan sekadar kelas kilat menghafal deret huruf hiragana maupun katakana. Sejak menit pertama dimulai, para santri langsung dihadapkan pada skenario nyata: bagaimana memesan tiket di Stasiun Shinjuku yang super sibuk, menanyakan arah ke masjid terdekat di pusat kota Tokyo, hingga meminta izin secara santun ketika hendak menunaikan shalat di area publik.
Menembus Batas Bahasa Bersama Ima-Sensei
Ketegangan awal saat lidah para santri harus melafalkan intonasi bahasa Jepang segera mencair menjadi tawa bersemangat. Di bawah bimbingan Ima-sensei, setiap santri ditantang melakukan simulasi percakapan interaktif dua arah tanpa teks. Kecepatan merespons, ketepatan diksi, serta keberanian mengekspresikan diri dilatih secara simultan.
Momen penuh semangat dan kesungguhan santri berlatih bahasa serta etika ini terekam jelas dalam tayangan video TikTok Ar-Rohmah Putra, yang memperlihatkan bagaimana ruang kelas hidup dengan dialog-dialog interaktif yang mengalir natural.
Sebagai bekal krusial dalam agenda edutour jepang santri, pelatihan bahasa ini difokuskan pada penguasaan kosakata fungsional harian, mulai dari etika menyapa (aisatsu), etika berbelanja halal, hingga pemahaman mendalam tentang tata krama masyarakat Jepang saat berada di transportasi umum. Di Negeri Sakura, ketenangan dan penghormatan terhadap ruang publik adalah hal utama. Melalui latihan intensif ini, para santri dibiasakan untuk tidak berbicara keras di dalam kereta dan selalu membawa kantong sampah pribadi ke mana pun melangkah.
“Bahasa adalah kunci pembuka pintu dunia, tetapi adab adalah lentera yang menjaga langkah kita tetap mulia di mana pun berada. Ketika santri melangkah ke Jepang, mereka bukan sekadar pelancong, melainkan duta peradaban Islam yang membawa pesan kedamaian dan keteladanan akhlak.”
Kesiapan Mental dan Bekal Karakter Edutour Jepang Santri
Lawatan lintas negara menuntut ketangguhan psikologis yang tidak sederhana bagi remaja seusia sekolah menengah pertama. Berada ribuan kilometer dari tanah air, di tengah lingkungan yang serba cepat, modern, dan multibudaya, santri dituntut mandiri sepenuhnya. Namun, ekosistem Pondok Pesantren Ar-Rohmah Putra Malang telah menanamkan fondasi tersebut jauh hari sebelumnya.
Rutinitas pesantren yang mengajarkan kedisiplinan waktu, kemandirian mencuci dan merapikan perlengkapan pribadi, serta kebersamaan di asrama menjadi modal fundamental. Kesiapan mental peserta edutour jepang santri terasah dari pembiasaan bangun sepertiga malam, menjaga shalat berjamaah tepat waktu, hingga kepatuhan terhadap aturan asrama. Ketika nilai-nilai ini dibawa ke panggung global, para santri tidak canggung beradaptasi dengan budaya Jepang yang terkenal akan kedisiplinan dan kebersihannya yang tinggi.
Inilah manifestasi nyata dari trinitas nilai yang diusung Ar-Rohmah Putra: Taqwa, Cerdas, dan Mandiri. Taqwa menjadi jangkar spiritual agar akidah dan ibadah tetap tegak di negeri minoritas muslim. Cerdas menjadi amunisi intelektual untuk menyerap sains, teknologi, dan sistem tata kelola modern di Jepang. Sementara Mandiri menjadi bekal bertahan dan mengambil keputusan bijak dalam setiap dinamika perjalanan.
Mewujudkan Generasi Muslim Berwawasan Global
Agenda edutour jepang santri bukan sekadar perjalanan rekreasi akhir semester. Ini adalah ikhtiar strategis memperluas cakrawala berpikir santri. Menghubungkan dalil Al-Qur’an tentang penciptaan manusia yang berbangsa-bangsa untuk saling mengenal (li-ta’arafu) ke dalam konteks pengalaman empiris langsung di lapangan.
Di ruang workshop, tatapan santri berbinar menatap peta jalur kereta Tokyo dan gambaran universitas-universitas terkemuka dunia seperti University of Tokyo dan Kyoto University. Mereka mulai merajut mimpi: suatu hari nanti, salah satu dari mereka akan kembali ke negeri tersebut bukan lagi sebagai peserta Edutour, melainkan sebagai mahasiswa beasiswa, peneliti, ilmuwan, atau profesional muslim yang disegani.
Latihan intensif bersama Ima-sensei telah usai untuk sesi hari itu, namun kobaran tekad para santri kian menyala. Melalui kesiapan matang program edutour jepang santri, bekal bahasa yang makin fasih, serta adab islami yang mengakar kuat di dalam dada, santri SMP Ar-Rohmah Putra membuktikan diri siap mengarungi peradaban dunia dengan penuh percaya diri.
===END===
Referensi & Tautan Terkait: Informasi resmi profil pesantren dan pendaftaran santri dapat diakses melalui portal resmi Pesantren Ar-Rohmah Putra Malang, serta dokumentasi tayangan terkait pada TikTok Resmi (@arrohmahputramlg).




